Showing posts with label Wisata Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Wisata Kuliner. Show all posts

Wednesday, July 29, 2009

Arak Batavia Beken di Dunia

BEBERAPA bulan lalu, di salah satu milis komunitas terkirim sebuah surat elektronik yang menanyakan tentang Batavia Arrack, arak Batavia, yang pada masanya begitu beken hingga di tanah Swedia. Sejarah minuman beralkohol tak lepas dari sejarah Batavia dan Tionghoa. Dalam beberapa buku sejarah Indonesia disebutkan, arak bikinan orang Tionghoa di Batavia memang punya cita rasa yang bikin orang-orang Eropa mabuk kepayang.

Dalam sebuah tulisan, "Peran Etnis Cina dalam Pengembangan Iptek" tertulis bahwa sudah sejak abad 17 warga Tionghoa di Batavia mengembangkan berbagai budidaya seperti tebu dan padi. Dari dua komoditi itu dibuatlah arak yang terdiri dari beras yang difermentasi, tetes tebu dan nira. Mereka telah mengembangkan penyulingan arak sejak awal abad 17.

Beberapa situs juga mengakui bahwa Batavia Arrack merupakan minuman beralkohol dari Hinda Belanda yang sudah melanglang buana. Beraroma sitrus dan cokelat yang lekat. Minuman ini diproduksi sejak akhir abad 17 hingga abad 19 dan merupakan minuman yang digemari di Eropa, khususnya Swedia. Minuman ini juga biasa disebut sebagai Batavia Arrack van Oosten.

Pada Mei tahun lalu The New York Times edisi Minggu memuat artikel berjudul "Out of the Blue: Batavia Arrack Comes Back". Paul Clarke si penulis menuliskan, Batavia Arrack bikinan awal abad 17 di sebuah pulau di Jawa terbuat dari air tebu dan fermentasi beras merah. Punya cita rasa berbeda, seperti rum Haiti dan Scotch.

Dalam buku "Nusantara: Sejarah Indonesia", Bernard HM Vlekke menyebutkan, hingga tahun 1775 masih ada perintah dari Pemerintah Tinggi melarang pemaksaan terhadap serdadu garnisun agar mandi sekali seminggu. Para istri orang Belanda yang hampir semuanya lahir di Indonesia tidak setakut itu pada air dibandingkan suami mereka yang datang dari Belanda yang basah dan berhujan.

Banyak rumah yang dibangun di sepanjang kanal punya kamar mandi kecil di atas air kanal dan dari sana nyonya-nyonya itu tanpa malu-malu terjun berendam di dalam bak mandi untuk masyarakat umum. Oleh Baron Van Imhoff, Gubernur Jenderal VOC, hal itu sebetulnya dilarang karena kanal itu dipakai sebagai got jadi memang jorok. Tapi tuan-tuan Belanda punya cara lain untuk melindungi kesehatan. Hari mereka dimulai dengan minum segelas gin dengan perut kosong.

"Bangsa kita harus minum atau mati," tulis Coen pada 1619. Tidaklah heran bahwa penyulingan arak disebut industri utama di Batavia. Arak Batavia menjadi terkenal di seluruh Asia. "Orang-orang kita saling merangkul dan memberkati diri sendiri karena mereka berhasil tiba di tempat yang begitu luar biasa racikan punch-nya," tulis Kapten Britania, Woodes Rogers, dalam catatan hariannya di awal abad 18.

Sementara itu, Kapten James Cook terpesona dengan keampuhan arak Batavia yang membuat seorang awaknya tak pernah jatuh sakit. Padahal usia awak kapal tadi sudah di atas 70 tahun dan kerjanya hanya mabuk arak Batavia.

Naskah sejarah lain menyatakan, dua jenis industri yang pernah berkembang menjadi besar di Batavia adalah industri gula dan pembuatan arak. Penyulingan arak terutama dilakukan di dalam tembok kota, seperti di Kali Besar. Di kawasan itu pabrik penyulingan bertahan cukup lama.

Kisah perjalanan arak Batavia hingga ke Swedia bisa jadi dimulai ketika Kapal Gotheborg mampir ke Batavia pada 1743. Awak kapal harus memenuhi kebutuhan kapal dan awaknya seperti arak, kayu bakar, kebutuhan untuk mengisi perut, serta mesiu cadangan untuk keamanan. Sebagai warga dari negeri super dingin di kawasan Skandinavia, maka tak aneh jika arak menjadi menu utama awak kapal. Rupanya mereka menyukai cita rasa arak bikinan Batavia – Batavi Arrack van Oosten yang mengandung alkohol 50%.

Kasijanto Sastrodinomo, pengajar pada Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, pernah menulis, di awal abad 20 pemerintah kolonial pernah mengeluarkan buku karangan J Kats berjudul Het alcoholkwaad. Kats mengutip hasil penelitian tentang dampak negatif penggunaan alkohol di beberapa negara di Eropa. Ditunjukkan antara lain adanya hubungan antara kebiasaan meminum alkohol dan merosotnya daya tahan tubuh penggunanya sehingga mudah menimbulkan sakit.

Sebelum buku itu muncul, pemerintah sudah membentuk Komisi Pemberantasan Alkohol (Alcoholbes- trijdings-commissie) yang ditugasi untuk menyelidiki dan memerangi penggunaan dan penyalahgunaan alkohol di kalangan masyarakat Hindia Belanda. Komisi menemukan, konsumsi minuman keras telah meluas di kalangan masyarakat. Di Batavia, misalnya, pembuatan, penjualan, dan penggunaan minuman jenis itu sudah sampai pada taraf mengkhawatirkan. Kawasan Senen disebut-sebut sebagai tempat jual-beli minuman beralkohol secara gelap.

Minuman keras tradisional yang populer di kalangan masyarakat pribumi dikenal sebagai arak, badèg, ciu, yang menurut polisi digolongkan sebagai gelap alias tidak berizin.
Kenyataannya hingga kini minuman beralkohol tak berizin masih merajalela hingga ke dusun-dusun di Indonesia. Biasa disebut oplosan, campuran berbagai minuman beralkohol, berenergi, dll.


WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto

Thursday, April 2, 2009

Ant Nest

Semut nest is one of the plants that grow drugs in the land of Papua. Latinnya name of this plant is Myrmecodia sp. Recently, many ant nest to search for people based on a number of research experts, this nutritious plants, healing various diseases. On page 77, Nirmala Magazine, July 2006 edition, mentioned that the tradition Sarang Semut has been used by native people of Wamena to treat rheumatism and disease acid strand. Meanwhile, according to research by experts Biotechnology LIPI, the main substance of the Sarang Semut is a flavonoid, tannin and polifenol. Oxygen-oxygen is a strong antioksi and several times stronger than vitamin C and E, giving effect reduce the risk of some types of cancer and disease is evidenced kardiovaskuler.Bahkan plants also treat diarrhea and stop the bleeding. In addition Semut Sarang bias preventing the enzyme xanthine oxidase reduce acid nutritious grain and improve kidney function. There is still active substances that have not terungkap.Seorang herbalis, Hendro Saputro, has been researching Semut Sarang since 2001 (natura, June 2006). Hendro drug benefit has mencobakan Sarang Semut on himself to heal pain that has been the backbone dideritanya for many years. Hendro convincing empirical test that Sarang Semut useful for spinal pain, hemorrhoids, tuberculosis lungs, brain cancer, uterus cancer, prostat, speed recovery birth mother, reproduce asi, Papua dll. Masyarakat traditionally use the boil the meat tubers that have been dried up mendidih.Kemudian ago drink filtered water. According to Mrs. Septina Maniani, one of the seller Sarang Semut, he has been treated several times more people. "There is a sick gut, I boiled in water, and good results. There was also a sick heart, let me stew Sarang Semut, results were also satisfactory. It's affected by cancer or tumor, after I give compound Sarang Semut, the patient is not so treatment to Jakarta. According to the doctor, the patient should be operated. "Septina mother, who is also a professional teacher, find their own ant nest in the forest." Most people only drink water rebusannya only. But if you want to get a more satisfactory result then the stew is necessary, by the five types of other traditional ingredients. "Lima types of additional ingredients, the herb is a traditional raw material typical of Papua. To 1 kg dry ant nest is the price: Rp. 500000 Mixed type of additional five traditional herb has been provided with composition of different customized with disease, age, gender, health condition and the patient.

When you are in need Sarang Semut, please contact:

Mother Septina Maniani
No. HP.: 0852 5413 2224
Jl. Brawijaya, Rear Catholic junior, Manokwari,
Province of West Papua

Sunday, March 29, 2009

Ikan Bakar Dabu Dabu Colo

Ikan Bakar Dabu Dabu Colo

Material:

* 1 tails (± 1kg) fish cakes / baronang (can be replaced by other fish such as kembung, Kerapu, etc.)

* 1 tsp salt

* 1 ½ tbsp lime juice

* 1 tsp water ginger

* 1 tbsp cooking oil

Dabu-dabu:

* 10 pieces cayenne red / green, thinly sliced

* 3 green tomatoes, cut dice

* 4 pieces of onion, slices, slices

* 1 tsp salt

* ½ tsp sugar

* 1 tbsp lime juice

* 20 sheets basil leaves, roughly sliced

* 1 ½ tbsp oil

How to Make:

* Prepare and heat grill first.

* Clean the fish, discard the gill and stomach contents. After that a few in the keratan on both sides of the fish to tulangnya. Lumuri with salt, lime juice and ginger water. put the fish in the refrigerator, diamkan for 15 minutes.

* Dabu-dabu: mixed all ingredients in bowl, store in refrigerator until served.

* Burn fish: fish with olesi ago tiriskan oil until the oil will not again. Place fish on top of the wires that already pemanggang be oiled oil, and roast until cooked one side. Turn the fish, one of request to the other side cooked. then in succession the back rooms (with japitan grasp) and the head. To be oiled occasionally fish Fish oil has been cooked getahnya if there is no more out.

Source: taste Nusantara

Wednesday, March 25, 2009

Sate Tambulinas (Sulawesi Tenggara)

Material:
* 500 gr has meat, cut 2 x 2 cm
* 4 tbsp cooking oil
* 1 tbsp lime juice
* 15 pcs skewer

Haluskan:
* 10 pcs of red onion
* 3 cloves garlic
* 6 pcs red chilli
* 6 pcs chili sauce
* 2 cm ginger
* 1 tsp salt
* 1 tsp sugar

How to Make:
* Mix ingredients smooth, oil, lime juice, and meat, poke average.
* Tusukkan one by one to skewer meat, as much as 3-4 pieces of meat.
* Burn on the coals of fire, while occasionally olesi with flavor. Roasted until cooked.
For 6 people
Source: Nova

Sambal Ikan Teri Asin (Nusa Tenggara Timur)

Sambal Ikan Teri Asin (Nusa Tenggara Timur)

Material:

* 5 pieces chili sauce, slices of rough -
* 3 pieces of raw lime-green, small slices of dice
* 3 cloves red onion, finely sliced
* 3 sprig basil, leaves take
* 2 tomatoes mengkal, slices, dice
* 1 tsp salt
* 1 tbsp rice teri, rendam hot water, tiriskan

How to Make:

* Mix all ingredients, poke to the average.
* Diamkan ± 1 / 2 hours to sew teri flavor
* Hidangkan

Know Ketupat Bandung

Know Ketupat Bandung

Material:
- 10 pieces Ketupat @ 100gr
- 10 ptg (500gr) in yellow, fried
- 3 boiled eggs, sliced round
- 250 gr boiled toge long pause
- 2 tbsp fried onion
- 100 gr red crackers

Peanut flavor:
- 250gr peanuts, fried
- 100gr brown sugar
- 1 small sliced kencur, fried
- 1 tbsp garlic goring
- 100 ml acid water
- 300ml milk
- 5 tbsp sweet soy sauce
- Salt secukupnya
- Water lime according to taste

Sambal sauce:
20 fruit chili sauce, mashed mixed with salt.

How it:
Peanut flavor:
Subtle, huh peanut, brown sugar, garlic and kencur fry using the blender.
Mixed dough peanut which has been mashed with the blender with coconut milk and tamarind water, slosh to the average, then cooked in a pot to boil, add sweet soy sauce, salt and lime water, the average poke, lift, sisihkan.
Take the food dish, place Ketupat, know, and toge egg, and peanut flavor siram with, give over fried onion topping crackers and red.
Kan Hidang with cayenne pepper.

Pepes Tahu Pedas

Pepes Tahu Pedas

Bahan :
100 gr Tahu
1 sdm Irisan daun bawang
10 lbr Daun kemangi
10 gr Daging giling
Daun pisang secukupnya

Bumbu yang dihaluskan :
1 siung Bawang putih
2 buah Cabe merah
1 sdm Bawang goreng
Sedikit garam dan gula pasir

Cara Membuat :
Tahu dihaluskan, campur dengan bumbu yang dihaluskan.
Tambahkan daun bawang dan daging giling, aduk hingga rata.
Masukkan daun kemangi, bungkus dengan daun pisang seperti lontong.
Kukus hingga matang, angkat dan sajikan untuk 1 porsi.
by:www.resepmasakanku.com

Chicken Bumbu Bali

Wednesday, January 28, 2009

Toraja

Situated at the crossroads of strategic sea-lanes steeped in history, the province of South Sulawesi consists of the narrow southwestern peninsula of this mountainous, orchid-shaped island. The capital and chief trading port, Makassar, is still the gateway to eastern Indonesia.

Spanish and Portuguese galleons, followed by British and Dutch traders, sailed these seas In search of the spice trade, escorted by their Men-of-War to protect them from the daring raids of the Bugis and Makassar pirates. Famed for their seafaring culture, the Bugis are still the driving force behind the world's last commercial sailing fleet. Bugis vessels have sailed as far as Australia, leaving behind images of their ships carved in stone, and Bugis words which were integrated into the Aboriginal language of northern Australia.

The seafaring Bugis dominate the southern tip of Sulawesi, but in the rugged and remarkable country further north is Tana Toraja, often referred to as the "Land of the Heavenly Kings". The traditional culture of the Torajans rivals any in the archipelago, making this area one of the most popular tourist destinations in Indonesia.

Toraja
Believing that their forefathers descended from heaven in a boat some twenty generations ago, the Torajans have a unique Christian animist culture .the majority of the people still follow an ancestral cult called "Aluk Todolo", which governs all traditional ceremonies. Their ancestor worship includes elaborate death and after life ceremonies, which are essentially great feasts. A strict social hierarchy is followed in the villages, and for an important figure wedding and burial ceremonies can take days to perform. Water buffalo and pigs are sacrificed in numbers appropriate to social rank, and the deceased's remains are placed in a coffin and interred in caves hollowed out in high cliffs. The mouth of the cave is guarded by lifelike statues, called Tau Tau, who look out from a balcony near the burial caves, watching over the families and friends they have left behind.

Tongkonan, the family houses, are built on stilts with the roof rearing up at either end, representing the prows of the first ship to arrive in the area with the Torajan ancestors. The houses all face north and some say that this is because it was from the north that the ancestors of the Toraja came. Others however will say that the north (and east) is regarded as the realm of the gods, on the compass of life.

South Sulawesi is also famous for its tremendous scenery and the quality and talent of its silk and silverwork industries, but the economy is largely based on agriculture.

The provincial capital of Makassar, formerly Ujung Pandang, is easily accessible by air. There are daily flights from Jakarta, Bali, Surabaya and Manado.

Bunaken Island

THE LODGE
Situated on the quiet eastern part of Bunaken Island, is the small and intimate Cha Cha Nature Resort, which accommodates a maximum of 18 guests. The standard and deluxe cottages are constructed of local timber in traditional style, with private bathroom and verandah, mosquito net and ceiling fan - no need for air conditioning on this breezy part of the island. The large balcony of the dining area overlooks a private beach, bordered with a charming garden.

Remote unspoiled, Bunaken Cha Cha Nature Resort with its stunningly romantic settings make an excellent choice for couples or groups of friends with a reasonable level of diving experience.

* 10 cottages
* All cottages have hot showers
* Security boxes available (ask)
* Snorkeling Pontoon: floating pontoon on Cha Cha reef for snorkelers so that they can relax in between snorkeling without having to come back to the resort - weather dependant
* Guided walking tours, meeting the locals, visiting the villages and places of interest
* Extended drink menu, to include wines and cocktails
* Souvenir shop, selling locally produced items

Monday, January 26, 2009

Kuliner Bandung

AA Laksana
Gudeg Banda
Pondok Nelayan
Jl. Cihampelas No. 30 Jl. Jend.A.Yani No. 221-223 Jl. Dr. Junjungan No. 157
+62 22 4265638 +62 22 7276844 +62 22 6075303
Acap 88 Gudeg Lombok Pondok Pasanggrahan
Jl. Astana Anyar No. 11 Jl. Lombok No. 1 Jl. Karapitan No. 42
+62 22 4234922 +62 22 4202245 +62 22 4201947
Alas Demang Gudeg Yogya Pondok Sate Banyoemas
Jl. Kalipah Apo jl. Jend. Sudirman No. 79 Jl. Buah Batu No. 255
+62 22 4234155 +62 22 7310504 +62 22 7303072
Ampera Haji Isak Pondok Sate Laksana
Jl. Soekarno Hatta No. 394 Jl. Dr. Junjungan No. 3 Jl. Burangrang No. 38
+62 22 5208446 +62 22 6017438 +62 22 7333938
Andalas Handayani Pondok Sate Mang Oyok
Jl. Soekarno Hatta No. 601 Jl. Sukajadi No. 153 Jl. Sentra Sari Mall Kav B4/92
+62 22 7310615 +62 22 2033424 +62 22 2016125
Arimas Ibu Haji Ciganea Ponyo Alam Sejuk
Jl. Raya Lembang No. 161 Jl. Lodaya No. 29 Jl. Kol. Masturi No. 8 Lembang
+62 22 2786696 +62 22 2787768
Ikan Bakar Cianjur
Ayam Bengawan Solo Jl. Dr. Setiabudhi No. 67 Riung Panyileukan
Jl. LL. R. E. Martadinata No. 69 +62 22 2033453 Jl. Raya Lembang No. 176
+62 22 4233471 +62 22 2786787
Ikan Bakar Khas Manado
Ayam Cobek Langganan Jl. Rama No. 36 Riung Sari
Jl. Cihampelas No. 316 +62 22 6014232 Jl. LL. R. E. Martadinata No. 22
+62 22 4206723; 4213771
Ayam Djogja Ikan Bakar Setiabudi
Jl. Dr. Setiabudhi No. 140 Jl. Junjungan No. 157 Sapo
+62 22 2033429 +62 22 6073504 Jl. Jend. Gatot Subroto No. 289
Ayam Djogja Iteung Sari Agung
Jl. Kejaksaan No. 5 Jl. Sadakeling No. 3 Jl. Telepon No. 2
+62 22 4203017 +62 22 7306060
Sari Agung
Ayam Gorang Wibisana Jasa Mekar Jaya Jl. Telepon No. 25
Jl. Raya Lembang No. 322 Jl. Dr. Setiabudi No. 158
Sari Bundo
Ayam Goreng Brebes Jl. Gegerkalong HilIr No. 28
Jl. Raya Lembang No. 272 Jaya Baru +62 22 2011751
+62 22 2787541 Jl. Alkateri No. 2
+62 22 4232935 Sari Nikmat Parasmanan
Ayam Goreng Cianjur Jl. Veteran No. 78
Jl. Sunda No. 57 Kampoeng Kuring +62 22 4264332
+62 22 4236945;513187 Jl. Cihampelas No. 30
+62 22 4263638< Sari Parahyangan
Ayam Goreng Cipaganti Jl. LL. R. E. Martadinata No. 156-158
Jl. Cipaganti No. 146 Kedai Sunyaragi +62 22 7205788
+62 22 2042751 Jl. Dr. Otten No. 11 A
+62 22 4235402 Sari Raos I
Ayam Goreng Cirebon Ny. Lauw Jl. Raya Lembang No. 240
Jl. Dr. Junjungan No. 143-149 kedai Tempo Doeloe +62 22 2786990
Bandung Trade Centre +62 22 6126650 Jl. LL. R. E. Martadinata No. 154
+62 22 7211712 Sari Raos II
Ayam Goreng Indrawati Jl. Cihampelas No. 122
Jl. Lengkong Besar No. 3 C Khas makasar +62 22 2038993
+62 22 4237182 Jl. Gandapura No. 75
+62 22 4207534 Sari Sunda
Ayam Goreng Lombok Jl. Lengkong Besar No. 77
Jl. Kalipah Apo No. 80 Lo Mie 61 +62 22 4238125
+62 22 4234233 Jl. Kalipah Apo No. 73
Sari Sunda
Ayam Goreng Nikmat Lomie Karuhun Jl. Lengkong Besar No. 20
Jl. Cihampelas No. 119 Jl. Pasirkaliki No. 64 +62 22 4230598
+62 22 2043593 +62 22 4240928
Sari Sunda
Ayam Goreng Panaitan Lotek Kalipah Apo Jl. Soekarno Hatta No. 479
Jl. Panaitan No. 39 Jl. Kalipah Apo No. 42 +62 22 7300696
+62 22 4237684 +62 22 4205983
Sate Kardjan
Ayam Goreng Pemuda Surabaya Lotek Soto Bandung Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 46
Jl. Pasir Koja No. 19 Jl. Astina No. 12 +62 22 7307166
+62 22 5206400
M. B. Padasuka Sate Pak Gino
Ayam Goreng Pringgodani Jl. Jend. A. Yani No. 887 Jl. Sunda No. 76
Jl. Cihampelas No. 97 +62 22 4203946
+62 22 2032183 Ma Uneh

Jl. Dr. Setiabudi No. 159 Saung Dago
Ayam Goreng Raos Jl. Ir. H. Juanda No. 151 A
Jl. Semar No. 15 Mang Kabayan +62 22 2532047
Jl. Buah Batu No. 252
Ayam Goreng Silih Asih Saung Kabayan
Jl. Raya Lembang No. 326 Mbo Berek Jl. Dr. Junjunan 107
+62 22 2786875 Jl. GandapuraNo. 6 +62 22 6038370
+62 22 7208496
Ayam Goreng Sinar Pemuda 2 Saung Ranggon
Jl. Karapitan No. 108 D Mbok Berek Ny. Umi Jl. Tangkuban Perahu 100 Lembang
+62 22 4238646 Jl. Pasirkaliki No. 165 +62 22 2768215
+62 22 6031964
Ayam Goreng Suharti Saung Rasa
Jl. Cipaganti No. 171 Mie Kocok SKM Jl. Jend. A. Yani No. 259
+62 22 2038677 Jl. Sunda No. 38
+62 22 4201582 Saung Rossan
Ayam Goreng Wijaya Jl. Sersan Bajuri No. I00
Jl. Kebon Kawung No. 16 Mie Kocok Subur +62 22 2003047
+62 22 4213468 Jl. Suryani Dalam No. 6
Sedep Malem
Ayam Goreng Wong Solo Mie Senlie Jl. Burangrang No. 11
Jl. Ir. H. Juanda No. 167 Jl. Alun-alun Timur No. 3-7 +62 22 7303966

+62 22 4233424
Ayam Rempah Simpang Jaya
Jl. Karang Tinggal No. 30 Mindo rasa Jl. Cikutra No. 164
Jl. Cihampelas No. 124 +62 22 7274410
Babakan Siliwangi +62 22 4230862
Jl. Siliwangi No. 7 Simpang Raya
+62 22 2501394 Moch. Atie Jl. Dr. Junjungan No. 119
Jl. Moh. Toha No. 224 +62 22 6018018
Bale Kambang
Jl. Bungur No. 2 Nasi Pulen Simpang Raya
+62 22 2038386 Jl. Pasirkaliki No. 148 Jl. Asia Afrika No. 162
+62 22 4203744 +62 22 4205969
Barokah
Jl. Karapitan No. 25 Naya Sindang Heula
+62 22 7311134 Jl. Dr. Junjungan No. 14 Jl. Otista No. 16
+62 22 2035594
Baso Mandeep Sindang Reret
Jl. Prof. Dr. G Surya Sumantri No. 60 A Ny. Yong Jl. Surapati No. 53
Jl. Dr. Setiabudi No. 144 +62 22 2501474
Batik Tulis Garutan
Jl. Pasir Salam Asri E1-E2 Otak-otak modern Soto Ayam Bangkong
+62 22 5223271 Jl. Bahureksa No. 14 Jl. Buah Batu No. 270
+62 22 4208798 +62 22 7304849
Boga Kuring
Jl. Dago Bukit Utara No. 53 Pancoran Soto Ayam Ponogoro
+62 22 2505365 Jl. Dr. Junjungan No. 96-98 Jl. Pajajaran No. 68
+62 22 2038268
Boga Restaurant Soto Bandung
Jl. Kepatihan No. 2 Pangandaran Jl. Cibadak No. 93
Jl. Soekarno Hatta No. 168 +62 22 4205336
Boga Sunda +62 22 5410279
Jl. Dr. Junjungan No. 63 Soto Po

Panineungan Endah Jl. Ksatriaan No. 5
Dago Panineungan Jl. Tubagus Ismail 60 +62 22 6012244
Jl. Ir.H.Juanda No. 153 +62 22 2503470
+62 22 2502011; 2532032 Soto Po

Panyileukan Jl. Veteran No. 76
Daun Pisang Jl. Soekarno Hatta No. 855 +62 22 4267032
Jl. Dr. Setiabudi No. 154 +62 22 7800416
+62 22 2037575 Soto Po

Pariboga Restaurant Jl. Kelenteng No. 32
Duta Minang Jl. Ir. H. Juanda No. 112
Jl. Pemuda Pejuang 45 No. 62 +62 22 2501745 Sukur Resto Indo, PT
+62 22 7300608 Jl. Dr. Setiabudi No. 130
Podomoro
Grandia Komp. Sumber Sari T-8 Sunda Kelapa
Jl. Cihampelas No. 80-82 Jl. Pasirkaliki No. 187-189
Pondok Kelapa/ Gek Sor +62 22 6013576; 6018179
Griya Dahar Ibu Kadi Jl. Jend. Sudirman No. 627
Jl. Dr. Junjungan No. 178 +62 22 6037627 Warung Nasi Bu Haji
+62 22 2013178 Jl. Lombok No. 9
Pondok Kuotie
Gudeg Banda Jl. LL. R. E. Martadinata No. 142
Jl. Lombok No. 57 +62 22 7273530
+62 22 4204933

Saturday, January 24, 2009

SATE KUDA GONDOLAYU



SATE KUDA GONDOLAYU
Jl. Jend. Sudirman No. 25 Yogyakarta
(barat Jembatan Gondolayu)
Phone: +62 274 6554045

NASI GORENG BERINGHARJO - Kelezatan Kuliner Jawa Cina

Nasi Goreng Beringharjo, kini bisa dijumpai di Jalan Mataram, tepat di pertigaan ketiga sebelah kiri jalan yang menuju ke pasar bersejarah di Yogyakarta itu. Sebelum penghujung tahun 2004, tepatnya sebelum ada pembersihan pedagang kaki lima di wilayah tersebut, nasi goreng itu bisa ditemui di pertigaan menuju kawasan Shopping yang kini dirombak menjadi Taman Pintar, Taman Budaya Yogyakarta dan Pusat Penjualan Buku.

Nasi goreng ini adalah salah satu yang pantas dicicipi sebab kelezatannya telah diakui banyak orang dan dikenal sejak tahun 1960-an, saat sang penjual memulai bisnisnya. Tak perlu menunggu lama jika hendak mencicipinya, sebab penjual biasanya memasak nasi goreng langsung dalam jumlah besar sehingga bisa dihidangkan dalam waktu cepat. Anda bisa datang mulai pukul 18.00 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB bila ingin mencicipinya, serta bisa memilih ingin duduk lesehan atau di kursi yang tersedia.

Menyantap nasi goreng ini, anda akan merasa seperti mendengarkan sepiring cerita tentang akulturasi Jawa Cina. Jenis masakan nasi goreng sendiri misalnya, sebenarnya berasal dari daratan Cina yang kemudian 'bermigrasi' ke Indonesia. Mulanya, nasi goreng muncul dari tradisi bangsa Cina yang tak ingin membuang nasi sisa, sehingga nasi tersebut diolah dengan bumbu-bumbu yang tersedia, seperti bawang merah, bawang putih dan kecap. Ketika bangsa Cina mulai berdatangan ke Indonesia, masakan itu pun mulai dikenal oleh warga negara Indonesia dan berangsur menjadi satu dengan masakan Indonesia sendiri.

Bukti akulturasinya adalah adanya berbagai variasi nasi goreng, mulai nasi goreng ayam, nasi goreng sea food, nasi goreng kambing, bahkan nasi goreng pete yang notabene bumbu khas Indonesia. Rasanya pun bermacam-macam, ada yang lebih menonjolkan citarasa bawang putih, ada pula yang menonjolkan citarasa bahan tambahannya, misalnya ayam. Nasi goreng Beringharjo memilih memasak nasi goreng ayam dan babi.

Bicara tentang kecap sebagai salah satu bumbunya, itu pun menyimpan cerita tentang penyesuaian bangsa Cina ketika tinggal di Jawa. Kecap, sebenarnya bernama kie tjap, dibuat dari sari ikan yang difermentasikan. Ketika bangsa Cina tinggal di Jawa dan menemukan bahwa kedelai lebih murah dibandingkan ikan, bahan baku pembuatan kie tjap pun diubah menjadi dari kedelai. Akibatnya, kie tjap pun tidak lagi memiliki citarasa ikan, tetapi hanya berasa manis untuk kecap manis, begitu pula nasi goreng. Citarasa bawang putih yang sangat kuat pun juga menjadi ciri masakan-masakan yang berasal dari Cina.

Meski akibat akulturasi itu terdapat banyak sekali nasi goreng di hampir setiap sudut gang, Nasi Goreng Beringharjo tetap memiliki kekhasan. Proses memasak misalnya, tak seperti nasi goreng lain yang memasak dalam jumlah kecil. Sekali masak, penjual bisa menuangkan nasi sebanyak setengah bakul di wajan super besar yang telah diisi oleh bumbu khusus. Disebut bumbu khusus karena ia tak lagi meracik di tempat penjualan, tetapi sudah dalam bentuk campuran yang siap untuk melezatkan nasi goreng.

Daging ayam atau babi ditambahkan pada saat nasi goreng telah ditaruh dalam piring. Selain itu, ditambahkan pula beberapa iris tomat, kol, daun seledri, telur dadar bulat dan acar sebagai pelengkap. Sepiring nasi goreng berharga Rp 5.000,00 untuk daging ayam dan Rp 6.000,00 untuk daging babi. Karena lezat, banyak pengunjung memesan nasi dalam porsi yang lebih besar, mulai dari 1,5 hingga 2 porsi langsung untuk satu orang.

Rasa nasi goreng ini bisa dikatakan pas, tak terlalu manis juga tidak terlalu asin. Aroma bawang putihnya tak begitu kuat namun tetap terasa. Nah, bagaimana, tertarik mencicipinya? Selain nasi goreng, tersedia juga bakmi dan bihun serta babi kecap yang tak kalah nikmat.

Disadur: yogyes

BAKMI SHIBISHU

BAKMI SHIBISHU - Ketika Bakmi Bisu Membuat Anda Kehilangan Kata

Jika anda adalah salah satu penggemar berat bakmi, ketika sedang berada di Yogyakarta cobalah untuk mampir mengunjungi warung makan bakmi Shibishu yang terletak di Jalan Raya Bantul No.106. Tempat ini dapat ditempuh sekitar lima menit dari Malioboro, tepatnya 500 meter selatan Pojok Beteng Kulon. Jangan terkecoh oleh namanya yang agak berbau Jepang, bakmi ini dimiliki oleh orang Yogya asli dan sudah beroperasi sejak 25 tahun lalu.Warung makan ini adalah yang paling banyak dikunjungi dibandingkan warung-warung makan lain yang ada di sekitarnya.

BAKMI SHIBISHU
Jalan Raya Bantul No. 106 Yogyakarta

Roemah Tjoklat Liana.

Bertempat di Sidoarjo (Jawa timur), jalan.. ummm, jalan apa ya? Lupa. Ya pokoke depannya stasiun Sidokare. Namanya juga roemah tjoklat, pasti banyak coklatnya dong. Eeee lah dalah, menunya kok steak, hot plate, sup iga, corn soup, deelel. Trus mana coklatnya? Setelah kita bertiga melakukan rapat pleno, akhirnya dirumuskan suatu kesimpulan. Kenapa namaya romah tjoklat? Kayaknya si, mungkin gara-gara suasananya serba coklat. Kursi iya, meja juga, tempat tisu juga iya.
Secara harga, yaaah.. lumayan lah buat anak kosan. Medium. Murah enggak, mahal banget juga enggak. Enak juga buat tempat nongkrong, apalagi foto-foto. Itu yang paling penting. Wkwkwk.
slurrp..
Kalo yang ini namanya Starwberry Smooth. Mantab. Semacam milkshake stroberi, didalemnya ada kayak potongan stroberi kecil-kecil, diatasnya dikasi whip cream sama cerry. Huumm, slurp..
next destination: Gresik? Malang? Carnival Sandwich? Lontong balap garuda? Tunggu tanggal mainnya. Don’t miss it.

Friday, January 23, 2009

Tempat Wisata Kuliner Bali

Wisata Kuliner di BALI

* Nasi Ayam Kedewatan; ada dua cabang, di kedewatan deket Ubud atau di Jalan Tukad Badung, Denpasar

* Nasi Ikan Mak Beng; di depan pantai (masuk dari jalan Radisson hotel, lurus ke paling ujung jalan). Nasi + ikan goreng + sup ikan, biasanya jam 3-an udah tutup kerna abis

* Nasi Campur di pantai Segara, Sanur; di jalan pantai Segara. Buka jam 7 pagi, jam 9 biasanya dah abis juga…

* Nasi Campur Ibu Oka, di deket pasar seni Ubud

* Babi Guling Chandra, jalan Teuku Umar

* Warung Wardana, Jalan Merdeka, Denpasar; nasi campur ayam gaya Bali

* Bebek Goreng HT, Jalan Merdeka, Denpasar; cabang dari Bebek Karang Empat, Sby

* Pondok Rawon, jalan Merdeka Denpasar; aneka makanan Jawa Timur seperti rawon, rujak cingur, sop buntut etc

* Resto Padang Sederhana, Jalan Teuku Umar atau di deket pengkolan Simpang Siur

* Depot Mi Akai, Jalan Teuku Umar, Denpasar (dekat kompleks Citibank); mi ayam jamur, gyoza, air alang-alang

* Sate plecing Jalan Yudhistira, Denpasar

* Depot Sumber Asih, Jalan Veteran, Denpasar; makanan Surabaya seperti nasi rames, sop buntut, pecel

* Warung Ibu Tinuk, Jalan Teuku Umar atau di Jalan Raya Kuta deket Apotik Kimia Farma; pecel, aneka sayur, ayam goreng etc

* Furama, Jalan Raya Kuta deket airport; bubur, chinese food

* Laota, Jalan Raya Kuta; bubur, chinese food, seafood

* Depot Kepiting Super, Jalan Bypass Ngurah Rai; cobain kepiting bumbu padang yum… tel. 755046

* Resto Laka Leke, Ubud: specialis bebek goreng renyah telp 977565

* Resto Bali Nikmat, Jalan Raya Kuta deket Alfa; Chinese and seafood. Cobain kepiting/udang telor asin, tumis terong. tel. 755715

* Warung Batan Waru, sebelah Discovery Mall; makanan Indonesia dan bule. Tel. 766303

* Ikan Bakar Cianjur, Renon. Gurame pesmol, tahu sumedang, lalap, sayur asin etc. Tel. 230015

* D-Corner Cafe, Jalan Danau Poso, Sanur; Western dan Indonesian. Cobain grilled snapper dan mango tea.. tel. 288737

* Nasi padang Lapau (di By pass Sanur, sesusah arena cafe)

* Warung Batavia. Es Doger ama Rujaknya enak.

* Makanan sunda, bisa datang ke pawon ulam atau rumah makan cianjur di Renon. Biasanya disana rame pagi, siang, sore jadi mungkin bisa reserved dulu.

* Cafe Tahu - ada yang menuju bedugul dan yang di Jl Oberoi

* Warung Batavia - yang baru di jalan Kunti 2

* Food court - di jl pantai kuta sebelah nya kama sutra dan di jl.sunset road sebelah nya sushi tei (ini menyediakan berbagai macam makanan indo-western dll)

* Restaurant Mentari - bedugul (prasmanan makanan indonesia)